Mengahapus Subsidi BBM Demi Korupsi atau Menghilangkan Tuduhan Melakukan Perdagangan Curang ?

Mengahapus Subsidi BBM Demi Korupsi atau Menghilangkan Tuduhan Melakukan Perdagangan Curang ?

Oleh : Jayamuddin Barus SE

Jakartahotnews.com – Saat ini penolakan kenaikan BBM sangat tinggi, bahkan demo mahasiswa dilakukan hingga memakai cara cara anarkis demi menarik perhatian SBY agar tidak menaikan harga BBM. Walau beberapa demonstrasi sampai melumpuhkan kegiatan dibeberapa kota, namun sepertinya pemerintah  masih bersikeras menaikan harga BBM. Kenapa ?

Sedangkan dari luar sana , kini Indonesia telah dituduh melakukan praktek praktek perdagangan curang dengan cara dumping dan subsidi. Hingga saat ini tercatat ada 221 produk Indonesia dituduh oleh berbagai negara telah melakukan praktik perdagangan curang seperti dumping dan subsidi. Benarkah demikian ? Apakah pemerintah walau didemo secara besar besaran karena merencanakan menaikan harga BBM  tetap bersikukuh demi menghilangkan tuduhan melakukan praktik perdagangan curang ?

Jika dianalisa dari segi harga pokok produksi, BBM dan TDL adalah salah satu komponen biaya produksi langsung. Namun pemerintah telah mengeluarkan regulasi tentang penghapusan subsidi terhadap  penggunaan BBM dan TDL untuk pemakaian Industri.

Jika terus ditelusuri ada biaya BBM  yang  merupakan menentukan harga penjualan suatu produk, ya itu, biaya transportasi. Biaya transportasi terkadang dikategorikan sebagai biaya langsung  maupun tidak langsung. Biaya BBM transportasi inilah yang terkena subsidi menjadi penentu harga jual produk. Semakin besar biaya transportasi maka semakin besar pula harga jual produk. Penggunaan BBM bersubsidi hampir menyentuh seluruh biaya tidak langsung yang dijadikan perhitungan oleh pengusaha untuk menentukan harga jual.

Biaya biaya ini terkadang disamarkankan menjadi biaya tranport ADM, transport Marketing atau sebagainya sampai biaya entertaimen juga ada bagian biaya transportnya. Dan kalau dihitung hitung memang penggunaan BBM bersubsidi untuk menentukan harga jual produk memang cukup besar.

Biaya inilah yang menjadi dasar bagi negara negara lain menuduh Indonesia melakukan praktek perdagangan curang. Tapi benarkah dengan memberikan subsidi hanya semata mata untuk berlaku curang ? sama sekali pasti bukan, karena subsidi adalah hak rakyat dan tanggungjawab pemerintah.

Maka  sering pemerintah mengeluarkan statement bahwa penghapusan subsidi demi perekonomian nasional  karena tidak mau terus menerus dituduh melakukan praktek curang dalam perdagangan international khususnya  terhadap 221 produk yang dituduh menerima subsidi.

Jika ditinjau dari APBN, banyak pakar mengatakan bahwa kenaikan harga minyak dunia dapat diselesaikan dengan relokasi beberapa mata anggaran. Bahkan ada beberapa elemen mengatakan bahwa telah terjadi markup biaya subsidi. Kenapa pemerintah tetap berniat menaikan harga BBM tanpa memperhatikan keluhan rakyatnya ? mengapa ? apakah karena perjanjian perdagangan rahasia untuk menghilangkan subsidi ? atau hanya hitung hitungan untuk korupsi.

Karena Subsisi BBM dan TDL juga menyangkut hajat hidup orang banyak, maka pemerintah berada dipersimpangan jalan, apakah memperhatikan rakyatnya atau tuduhan  negatif dari negara asing karena melakukan praktek perdagangan curang ?  Atau Korupsi ?

Publish on Maret 29th, 2012 under Berita Utama, Nasional by redaksi | Komentar Dinonaktifkan pada Mengahapus Subsidi BBM Demi Korupsi atau Menghilangkan Tuduhan Melakukan Perdagangan Curang ?

Komentar telah ditutup.