Jakartahotnews.com

KPK yang selama ini terkenal memiliki ketrampilan membidik “one shoot” kali ini saat menyita mobil yang

Mengapa KPK Bisa Salah sita

Mengapa KPK Bisa Salah sita

diduga terkait dengan Kasus korupsi Luthfi Hasan Ishaaq terlihat salah tembak alias salah sita. Sikap KPK yang mulai tidak dapat mempertahankan predikat One shoot kini dipertanyakan oleh masyarakat. Apakah ada deal or no deal saat gencar gencarnya melakukan penyitaaan atau saat mengembalikan mobil yang diduga terkit dengan Luthfi Hasan Ishaaq.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengembalikan mobil Toyota Fortuner bernomor polisi B 544 RFS kepada tim kuasa hukum Luthfi Hasan Ishaaq (LHI). Mobil ini sebelumnya disita KPK karena diduga mempunyai kaitan dengan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Meskipun KPK terdiri dari Manusia yang tak lepas dari kesalahan, namun Instasi Penegak hukum yang terkenal memiliki predikat one shoot ini selalu mengambil langkah langkah yang cukup diperhitungkan dasar hukumnya sebelum bertindak.

Meskipun terkadang diprotes melanggar telah KUHAP namun KPK tetap berhasil mempertahankan predikat one shoot nya.

Tapi tidak untuk Kasus Korupsi Daging sapi yang menimpa Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) mantan presiden PKS. KPK gagal mempertahankan predikat one shoot. Kalau kegagalan ini kembali terulang KPK tak ubahnya seperti Jaksa di daerah terpencil cendrung salah tembak bahkan bermain dengan pasal.

Miski baru kali ini KPK gagal mempertahankan predikat one shoot-nya, namun hal ini dapat menimbulkan pertanyaan di masyarakat. ?kok bisa KPK yang terkenal ampuh memberantas korupsi di negeri ini bisa salah sita, apa yang terjadi kira kira beginilah pertanyaan di benak masyarakat awam.

Apakah ada deal or no deal saat KPK melakukan penyitaaan atau disaat KPK mengembalikan Mobil tersebut

Tag:
Publish on Juni 18th, 2013 under korupsi, Nasional by redaksi | 1 Comment »