Medan pphe Cyber News  – Ibarat kata Pepatah habis manis sepah dibuang. Begitulah nasib 9 Dokter dan 1 Orang Apoteker karyawan PTPN III yang semula bertugas di Rumah sakit. Karena rumah sakit tersebut telah dipisahkan dari PTPN III maka managemen  PTPN III memaksa mereka  angkat kaki dengan cara  diluar akal sehat. Para karyawan tersebut tidak diberikan pilihan apakah mereka berniat pensiun atau tetap menjadi karyawan PTPN III.

Ketua SPBUN PTPN III ( pesero ) Christian Orchad Perangin angin

Ketua SPBUN PTPN III ( pesero ) Christian Orchad Perangin angin

Walaupun ada pilihan namun itu hanya kamuflase untuk menutupi upaya PHK paksa. Hal ini dibuktikan dengan adanya PHK sepihak oleh oleh PTPN III pada Bulan Oktober yang lalu.

SPBUN PTPN III yang dikomandoi oleh Christian Orchad perangin angin dan ribuan karyawan PTPN III berjibaku melawan kesewenang wenangan Management PTPN III dengan cara melakukan unjuk rasa  di Kantor Direkdi PTPN III beberapa waktu yang lalu.

Terkait dengan  PHK sepihak yang dilakukan terhadap 10 karyawan PTPN III , Orchad Perangin angin menganku menentangnya dan tidak ingin perusahaan terjerumus dalam tindakan kesewenang wenangan. Hal itu dikatakannya saat dikomfirmasi tentang adanya 10 karyawan PTPN III yang di PHK secara sepihak.

Menurut Orchad  bahwa tindakan perusahaan melakukan PHK secara sepihak tidak dapat dibenarkan, Karena tidak sesuai kesepakatan  dalam perundingan Bipartit.

“ seharusnya  semuanya melalui hasil perundingan bipartit yang telah disepakati, yaitu  adanya penetapan PHI  baru dilaksanakan PHK, Depnaker juga menyarankan seperti itu secara lisan namun PHK sudah dilakukan oleh Perusahhaan” ujarnya saat dihubungi melalui HP.

Selanjutnya Orchad Perangin angin agar Perusahaan tetap mempekerjakan ke sepuluh karyawan tersebut karena di PHK secara sepihak.

“ mereka harus dipekerjakan kembali, mau dokter , insinyur yang penting  mereka punya NRPeg, masak ada karena ga lulus ujian mereka di PHK” ujar Orchad secara tegas.

Beberapa bulan sebelumnya pihak management memutuskan pemisahan management Rumah sakit dengan management cor bisnis. Akibatnya rumah sakit yang dahulunya dikelola PTPN III harus berdiri sendiri sebagai anak perusahaan PTPN III. Malangnya Kebijakan tersebut harus menyingkirkan sebahagian karyawan dengan alasan kompetensi mereka tidak dibutuhkan lagi. Status karyawan tetap juga tidak menolong sebahagian karyawan yang ingin tetap mengabdi di PTPN III. Bagi PTPN III yang tidak sesuai kompetensi dengan core Bisnis harus dimusnahkan. Pihak management PTPN III seolah oleh melupakan jasa jasa para dokter yang mungkin pernah merawat mereka pada saat keadaan tidak berdaya karena sakit.

Sebelumnya PTPN III adalah perusahaan yang tercatat sebagai perusahaan yang paling ramah dengan para karyawannya. Namun sejak PTPN III memimpin Holding Sifat ramahnyapun sirna, PTPN III yang dahulu  sangat respek terhadap nasib karyawan kini berubah menjadi kejam dan menghilangkan jasa jasa karyawan hanya  kebijakan management.

 

Publish on November 4th, 2017 under Berita Utama, Ekonomi, Nasional by redaksi | No Comments »
Selamat Datang Bos , tolong dikomentari berita ini dengan sopan