Jakartahotnews.com Plt Gubernur Sumatera, Utara Gatot Pujo Nugroho yang juga merupakan kader PKS membantah bahwa dirinya telah menerima sejumlah dana dari ahmad Fathanah untuk mensukseskan pemilukada dimana Gatot sebagai calon gubernur. Hal tersebut disampaikan Gatot di Gedung KPK saat dikomfirmasi wartawan. Gatot mengakui bahwa KPK telah menanyakan pertanyaan yang sama kepada dirinya saat diperiksa KPK selama sekitar tujuh jam di Jakarta, Jumat (17/5).

Plt Gubernur Sumatera, Utara Gatot Pujo Nugroho

Plt Gubernur Sumatera, Utara Gatot Pujo Nugroho

“Saya ditanya apakah ada aliran dana pemenangan pemilu, tidak ada aliran dana,” ujar Gatot usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi.

Gatot juga menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap dirinya hanya seputar mekanisme dan prosedur pencalonannya sebagai Gubernur Sumatera Utara periode 2013-2018.

Gatot juga diidentifikasi turut hadir dalam pertemuan antara Menteri Pertanian Suswono, mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq, orang dekatnya Ahmad Fathanah, Direktur Utama PT Indoguna Utama Maria Elisabeth Liman serta asisten Mentan, Soewarso pada 11 Januari di kamar Luthfi Hotel Aryaduta Medan pada sela-sela safari dakwah PKS.

Gatot juga mengakui bahwa dirinya membantah adanya pertemuan dengan artis Ayu Azhary yang diketahui telah menerima aliran dana sejumlah 1.800 dollar singapura atau sekira 20 juta rupiah. “Tidak ada pertemuan,” tambah Gatot singkat saat ditanya mengenai pertemuan dengan Ayu Azhari piah.

Mengenai perkenalannya dengan Fathanah gatot mengakui bahwa ia berkenalan dengan Fathanah melalui Luthfi Hasan.

“Saya ditanyakan bagaimana kenal dengan Ahmad Fathanah, saya sebagai kader PKS tentu konsultasi kepada presiden saya yaitu Pak Luthfi Hasan, dari situ saya kenal dengan Fathanah,” ungkap Gatot.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Direktur Utama PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman memberikan uang Rp300 juta sebagai biaya perjalanan dan akomodasi Luthfi dan orang dekatnya Ahmad Fathanah ke Medan. pembayaran tersebut merupakan sebahagian biaya pengurusan penambahan kuota impor daging sapi.

KPK telah menetapkan lima orang tersangka yaitu Luthfi Hasan Ishaaq, Ahmad Fathanah, Maria Elizabeth Liman direktur PT Indoguna Utama yang bergerak di bidang impor daging dan Juard Effendi serta Arya Abdi Effendi.

Fathanah bersama Lutfi Hasan disangkakan melanggar Pasal 12 Huruf a atau b atau Pasal 5 Ayat (2) atau Pasal 11 UU No. 31/1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU No. 20/2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP mengenai penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji terkait kewajibannya. Mereka juga disangkakan melakukan pencucian uang dengan sangkaan melanggar pasal 3 atau pasal 4 atau pasal 5 Undang-Undang nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara Elizabeth, Juard dan Arya Effendi diduga melanggar Pasal 5 Ayat (1) atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU No. 20/2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP tentang pemberian hadiah atau janji kepada penyelenggara negara.

Tag:
Publish on Mei 17th, 2013 under Nasional by redaksi | 1 Comment »