ad

Irbanko Didesak Periksa Kasi P2B Kecamatan Ciracas dan Cipayung

Bangunan 5 unit tempat usaha Jalan Raya Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jaktim tidak memiliki izin

5 unit Bangunan tempat usaha di Jalan Raya Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta timur tidak memiliki izin

Jakartahotnews.com. P2B Jakarta Timur sepertinya tak mampu menertibkan bangunan liar di kawasannya. Maraknya bangunan tidak memiliki izin di kawasan Kecamatan Ciracas dan Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur mengindikasikan tidak adanya pengawasan yang kontinu dilakukan oleh Suku Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) Kota Administrasi Jakarta Timur terhadap kinerja aparat Seksi Pengawasan dan Penertiban Bangunan Kecamatan Ciracas. Ironisnya Camat Ciracas maupun Camat Cipayung sebagai penguasa wilayah pun terkesan diam alias cuek. Kurang diterima akal pikiran sehat jika Camat tidak tahu banyaknya bangunan yang tidak memiliki perizinan.

Penindakan yang tegas pun ditenggarai tidak pernah dilakukan oleh Suku Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) Kota Administrasi Jakarta Timur. Padahal bila disadari bangunan yang tidak memiliki izin ataupun yang tidak sesuai perizinan sangat merugikan bagi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi DKI Jakarta.

Demikian diutarakan Herry, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Sentra Informasi Rakyat Membangun (LSM SIRAM) menyikapi maraknya bangunan bermasalah yang tidak memiliki izin maupun yang menyalahi perizinan di kedua Kecamatan di wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur.

?Sudin P2B Jakarta Timur terkesan cuek terhadap bangunan tidak memiliki izin di Ciracas dan Cipayung,?kata Herry.

Bangunan yang ditenggarai tidak memiliki izin di wilayah Kecamatan Ciaracas salah satunya di Jalan Mesjid Al-Islah/ Jalan Raya Bogor RT.003/RW.007 Kelurahan Susukan hingga menjelang finishing sama sekali tidak menempelkan papan nama izin. Seksi P2B Kecamatan Ciracas pun tidak ada melakukan penindakan. Terkesan Seksi P2B Kecamatan Ciracas tidak melakukan tupoksinya.

Bangunan berupa pabrik atau tempat usaha di pinggir Jalan Raya Bogor hingga berita ini direalise masih gagah menantang mengisyaratkan tidak ada seorang pun yang berani merubuhkan, sekalipun tidak memiliki izin, ujar Herry.

Sementara itu, 5 unit bangunan tempat usaha yang terindikasi tidak memiliki izin di pinggir Jalan Raya Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur tak kalah menantangnya. Bangunan tempat usaha di Jalan Raya Cilangkap tersebut terdiri dari 2 unit 2 lapis dan 3 unit 1 lapis tanpa tersentuh penertiban Seksi Pengawasan dan Penertiban Kecamatan Cipayung.

Bangunan tempat usaha yang tidak memiliki izin itu, namun tidak dilakukan penertiban mengindikasikan adanya ?kongkalikong? antara pemilik bangunan dan oknum pejabat Seksi P2B Kecamatan Cipayung.

Tambah Herry, komplek bangunan rumah tinggal sebanyak 14 unit luas masing-masing 60 meter di Jalan Subur Baru/ Jalan Raya Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur hanya terpampang papan nama izin 1 unit saja.

Informasi yang diperoleh, beberapa pembeli rumah diminta untuk mengurus izin mendirikan banguan (IMB) hingga belasan juta rupiah. Padahal senyogianya tidak perlu, karena izin mendirikan bangunan sudah inklud dengan harga rumah yang dibeli oleh pembeli. Hingga 14 unit rumah tersebut selesai dikerjakan dan ditempati sebagian para pembelinya tidak kunjung dilakukan penindakan oleh Seksi Pengawasan dan Penertiban (P2B) Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Publish on April 2nd, 2013 under Jakarta Terkini, LSM Dan Aktivis by redaksi | No Comments »
Selamat Datang Bos , tolong dikomentari berita ini dengan sopan


9 − tujuh =

ad