Design Stasiun MRT

Design Stasiun MRT

Jakartahotnews.com – Jokowi akhirnya berhasil mewujudkan impian masyarakat Jakarta untuk memiliki alat tranportasi massal. Hal ini terjadi setelah ada kesepakatan antara pemerintah DKI Jakarta dan International Cooperation Agency (JICA) sebuah lembaga yang didirikan pemerintah Jepang, untuk pembangunan di negara berkembang untuk membangun massal Mass Rapid Transit (MRT) tahap awal Lebak Bulus menuju Bundaran HI.

Proyek MRT tersebut diperkirakan menghabiskan dana sekira 15 Triliun dimana 49 % ditanggung oleh pemerintah pusat dan 51 persen dibiayai oleh Pemerintah DKI yang berasal dari pinjaman JICA. International Cooperation Agency (JICA) sendiri akan mengirimkan tenaga ahli untuk konsultan pembangunan dan management MRT.

Deputi Gubernur Bidang Transportasi, Sutanto Soehodo mengatakan bahwa kerja sama dengan JICA khusus MRT diberikan pinjaman sebanyak Rp15 triliun. Sedangkan bantuan yang diberikan untuk Indonesia sebesar 2 triliun yen.

“Kita menginginkan bantuan tidak sebatas konsultan, tapi ada suatu tim ahli yang bisa membantu manajemen. Kita menginginkan ada kelanjutan, ada koridor utara-selatan kita selesaikan,” ujar Sutanto.

Dikatakannya, pembahasan mengenai pembangunan MRT di jalur-jalur dari utara hingga ke Kampung Bandan serta kelanjutannya hingga ke arah timur pun dilakukan. Sementara pinjaman yang diberikan JICA sendiri untuk pembangunan MRT ini adalah sebesar Rp15 triliun, untuk jalur dari Lebak Bulus menuju Bundaran HI saja.

Wakil Presiden JICA, Hiroto Arakawa, mengungkapkan bahwa pengiriman tenaga ahli Jepang sudah masuk dalam bluebook proyek yang telah dirancang untuk Indonesia. “Kami menunggu permintaan terakhir dari pemerintah. Teknisi Jepang akan membantu pembuatan di sini,” ujar Arakawa di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa 19 Februari 2013.

Arakawa Hiroto juga menyarankan agar harga tiket Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta bisa ditekan semurah mungkin. Hal ini berdasarkan pengalamannya dalam membiayai proyek infrastruktur untuk massal di Jepang. “Dalam berbagai kasus, seperti juga harga tiket subway atau harga tiketnya harus sangat murah jadi semua orang bisa dengan mudah membelinya,” ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (19/2/2013).

Menurut Hiroto, transportasi massal yang sangat nyaman dan cepat ini sangat dibutuhkan ke depannya. Pasalnya, dengan sarana transportasi ini, masyarakat dapat menghemat waktu sehingga dapat meningkatkan pendapatan per kapita.

“Pendapatan per kapita kalian (Indonesia) akan tumbuh, meningkat, jika tiket bisa terbeli maka banyak waktu yang bisa dihemat, 10 menit, 30 menit. Ini sangat penting, jadi jenis publik transportasi yang efisien dan nyaman sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Hiroto bahkan menceritakan pengalamannya yang tinggal di luar kota Tokyo, bisa sampai kota hanya dalam waktu 1 jam. Sementara di Indonesia, jarak tempuh Jakarta-Bekasi yang lebih dekat dibandingkan daerah-daerah di luar kota Tokyo harus menghabiskan waktu lebih dari 1 jam karena belum ada transportasi massal.

“Ini tinggal 60 Km di luar Tokyo tapi dengan nyamannya bisa ditempuh dalam waktu satu jam dan ini sudah pasti 1 jam bisa ditempuh dari rumahnya ke kantornya dan untuk menjangkau 60 km bisa dengan satu jam, itu hebat sekali. Ini salah satu contoh, kalau publik transportasinya bisa aman dan cepat,” tandasnya.

Jalur MRT Lebak Bulus-Bundaran HI terdiri dari 8 paket pengerjaan. 3 paket bawah tanah (underground), 3 paket layang (elevated), 1 paket sistem dan 1 paket penyediaan kereta.

Selain membangun MRT Lebak Bulus menuju Bundaran HI, Pemerintah DKI Jakarta dan JICA juga membahas mengenai akses menuju Tanjung Priok yang masih membutuhkan pembebasan lahan sebanyak 200 meter agar bisa masuk ke Tanjung Priok.

Tag:
Publish on Februari 20th, 2013 under Berita Utama, Jakarta Terkini by redaksi | Komentar Dinonaktifkan pada MRT Lebak Bulus Menuju Bundaran HI Jakarta Berbiaya 15 Triliun Segera Dibangun

Komentar telah ditutup.