Jakartahotnews.com – Jokowi dan Ahok boleh dibilang bekerja keras membangun dan merubah Jakarta. Bahkan sebahagian besar warga Jakarta mendukung kinerja Jokowi dan Ahok. Namun tidak demikian dengan bawahan Jokowi dan Ahok yang tak

Koruptor Di Pemprop DKI Jakarta Tak Takut Sama Jokowi Dan Ahok

Koruptor Di Pemprop DKI Jakarta Tak Takut Sama Jokowi Dan Ahok

sebanding dengan jumlah warga Jakarta yang mendukung mereka.

Beberapa instansi masih terindikasi masih melakukan praktek praktek korup. Hal itu dapat dilihat dari managemen yang dilakukan instansi tersebut. Modus lain praktek praktek korup yang dilakukan berbagai instansi dilalukan melalui tenaga honorer yang gampang diatur bahkan terkadang memakai tenaga orang luar.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mencurigai penanganan sampah di DKI Jakarta rawan permainan. Kecurigaan tersebut didasarkan pada tidak transparannya pengawasan terhadap kinerja lembaga yang menangani sampah baik swasta maupun Dinas Kebersihan DKI Jakarta.

“Saya curiga ada korupsi miliaran. Ini manajemen sampah mencurigakan,” ujar Ahok saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 4 Februari 2014.

Ahok mencium kerawanan tersebut saat pengajuan pengadaan 200 unit truk sampah baru oleh Dinas Kebersihan ke Badan Pembangunan Daerah ditolak DPRD DKI Jakarta. Padahal, Dinas Kebersihan bisa langsung mengajukan pengadaan truk sampah ke DPRD tanpa melalui Bappeda.

“Kata DPRD, pengadaan itu ditolak karena Dinas Kebersihan mengajukan pengadaan itu ke Bappeda. Padahal, itu bisa dilakukan langsung. Ini siapa yang main. Kepala Dinas, Bappeda atau DPRD,” kata Ahok.

Ahok juga menemukan sejumlah masalah lain dalam pengelolaan sampah di Jakarta. Selama ini pengelolaan sampah diserahkan ke swasta, tetapi menggunakan fasilitas Pemprov DKI, terutama dalam penggunaan truk.

Ahok menduga tak semua perusahaan swasta memenuhi kontrak kerjanya sehingga truk Dinas Kebersihan terpaksa mengangkut sampah. Ini terlihat dari laporan soal banyaknya camat dan lurah yang diprotes warga karena tak segera mengangkut sampah di wilayahnya. Padahal, wilayah camat atau lurah yang diprotes itu merupakan tanggung jawab pihak swasta.

“Ini laporannya enggak jelas. Kalau gitu kenapa enggak kita saja yang sewa ke swasta. Jelas enggak ada beban pemeliharaan kendaraan. Masyarakat enggak protes sampah numpuk bau busuk ke saya,” kata Ahok.

Ahok mengatakan saat ini dia sedang mengaudit jumlah dan honor petugas kebersihan. Dia bakal meyoroti kesesuaian antara jumlah petugas kebersihan di daftar dan di lapangan. Dia juga akan meninjau pemasangan CCTV di Bantar Gebang dan aktivitas truk Dinas Kebersihan beserta kelengkapan administrasinya.

Selain instansi yang disebutkan Ahok beberapa instansi juga tak mengikuti himbauan Jokowi seperti PD Pasar Jaya, dan hampir seluruh Instansi masih menyimpan borok dan ditutupi dengan rapi oleh para koruptor.

Tag:
Publish on Februari 5th, 2014 under Jakarta Terkini, Pemerintahan by redaksi | 1 Comment »

1 tanggapan to “Koruptor Di Pemrop DKI Jakarta Tak Takut Sama Jokowi dan Ahok”

  1. abdulghofir berkata:

    sebagai anak bangsa kita sudah dinahodai oleh banyak figur diantaranya Jokowi dan Ahok untuk berperang melawan korupsi. Kita sudah melihat prestasi yang dicapai KPK Abang Samad cs, tentunya bangga bagi yang tidak ingin Indonesia berkepanjangan dalam keterpurukan.Namun masih ada kelompok2dari jajaran legislatip,eksekutip dan yudikatip yang terbiasa menikmati hasil korupsi cenderung aliran rejeki haram tetap mengalir dengan reaksi sinis malah nebarkan fitnah membubarkan KPK dengan bebabagai intrik.Hai anak bangsa semua kita rapatkan barisan untuk perang terus dengan koruptor yang menjadi biang keladi keterpurukan bangsa dan negara Indonesia yang kaya raya.