Banjir Jakarta

Banjir Jakarta

Jakartahotnews.com-Banjir yang terjadi di Jakarta membuat wajah ibukota Indonesia kotor. Kotor dalam artian bahwa Indonesia memiliki pejabat kotor yang tak pernah perduli dengan lingkungan atau keadaan alam sekitarnya. Mereka lebih suka berpestapora, membual bahkan mencuri uang rakyat tanpa pernah memikirkan lingkungan. Perhatikan saja sungai sungai yang ada di Jakarta, seluruhnya kotor dan menyebarkan bau busuk yang menyengat. Hampir tak satupun pejabat memperhatikannya.

Meski Jakarta dikepung 16 Sungai, rencana pembangunan tidak pernah memperhatikan lingkungan. Jebolnya tanggul kanal barat salah satu pembuktikan bahwa di negeri ini tak satupun pejabat memperhatikan lingkungan. Pembangunan lebih diarahkan kepada kepentingan ekonomi tanpa memperhatikan danpak lingkungan. Banyak pembangunan kawasan elit yang mencerminkan rasa eksklusif tanpa memperhatikan apakah alam sekitarnya mendukung.

Banjir yang saat ini terjadi di Jakarta sebenarnya dapat ditanggulangi jika pembangunan dan rencana pembangunan memperhatikan faktor lingkungan. 16 Sungai yang ada di Jakarta sebenarnya aset yang tak ternilai. Andai saja pemerintah memperhatikan dan mendayagunakan sungai sungai tersebut niscaya wajah Jakarta tak sekotor saat ini.

Meski bencana telah berulang kali terjadi, pemerintah hanya berpikir bahwa nencana itu adalah sesuatu yang tak terelakan. Suatu pikiran yang sangan naif. Mereka lebih suka menyalahkan rakyat yang tinggal di bantaran sungai atau rusaknya parit parit akibat ulah rakyat membuang sampah sembarangan tanpa mengerti akar permasalahan utama yang menyebabkan Jakarta banjir. Akhirnya rakyatlah yang menjadi kambing hitam demi mencuci wajah kotor mereka.

Pembangunan gedung gedung yang menjulang tinggi, apertemen apertemen mewah, kawasan perumahan mewah yang dikelilingi sungai yang berbau busuk juga suatu pembuktian bahwa pemerintah masih mengenyampingkan kepentingan rakyat jelata.

Banjir di Jakarta menyebabkan rakyat miskin semakin menderita. Mereka kini kesulitan mempertahankan hidupnya, harta satu satunya harus direlakan musnah, minta pertolongan kesana kemari. Seluruhnya disebabkan Pemerintah tak mampu melindungi rakyatnya.

Rencana pembangunan dibuat hanya untuk meningkatkan rasa eksclusif golongan tertentu, meski disekitarnya aroma bau busuk tetap menyebar. Pemerintah beranggapan aroma bau busuk tersebut hanya diperuntukan untuk kalangan rakyat rendah dan diakibatkan oleh kesalahan rakyat itu sendiri. Pemerintah menganggap mereka tak mau diatur sehingga upaya menghilangkan bau busuk tersebut tak perlu dipikirkan lebih jauh.

Rencana pembangunan dibuat seolah olah demi kepentingan rakyat. Namun faktanya renvcana pembangunan tersebut dibuat sebagai alat untuk mencuri uang rakyat. Sebagai contoh aliran sungai ciliwung cisadane yang mengalir ditengah jantung kota Jakarta dibiarkan berbau busuk. Bendungannya dibuat seadanya bahkan tanpa pengawasan.

Ibukota Jakarta tak ubah seperti gadis yang bersolek di tumpukan sampah yang mengeluarkan aroma busuk yang menyengat. (redaksi)

Publish on Januari 20th, 2013 under Berita Utama, Jakarta Terkini by redaksi | Komentar Dinonaktifkan pada Banjir Jakarta Wajah Kotor Dan Pejabat Kotor

Komentar telah ditutup.