ad

Bangunan Liar diatas Saluran Air Di Jakarta

Bangunan Liar diatas Saluran Air Di Jakarta

Irbanko Jaksel Usut Segera Pejabat P2B

Jakartahotnews.com Bangunan bermasalah yang melanggar perizinan atau pun yang tidak sesuai izin di wilayah Jakarta Selatan sangat berdampak pada kurangnya retribusi pendapatan asli daerah (PAD) yang diperoleh dari izin mendirikan bangunan.

Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun jakartahotnews.com, hingga menjelang tahun 2012, Suku Dinas Perizinan Kota Administrasi Jakarta Selatan baru meraup PAD dari retribusi perizinan bangunan sebesar Rp. 10,2 Miliar dari target sebesar Rp. 16,8 Miliar.

Selain itu citra buruk pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta nomor 7 tahun 2010 tentang Bangunan Gedung terkesan sengaja dibiarkan secara sistematis demi mengeruk keuntungan oknum-oknum pejabat di Seksi P2B Kecamatan maupun Suku Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Bangunan rumah tinggal maupun bukan rumah tinggal yang tidak memiliki izin dan yang melanggar izin ditenggarai tidak tegas ditertibkan. Misalnya bangunan rumah tinggal izin 2 lapis yang ditenggarai sangat bermasalah di Jalan Jatipadang Baru RT.014/ RW. 006, Kelurahan Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Rumah tinggal elit itu melanggar garis sepadan sungai, karena dindingnya dibangun diatas turap sungai.

Oleh karenanya Inspektorat Pembantu Kota Administrasi Jakarta Selatan harus segera usut tuntas pejabat Seksi Pengawasan dan Penertiban Kecamatan maupun pejabat Suku Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan Kota Administrasi Jakarta Selatan yang terkesan sengaja membiarkan bangunan yang ditenggarai sangat bermasalah.

Demikian desakan Herry, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Sentra Informasi Rakyat Membangun (LSM SIRAM) kepada Inspektorat Pembantu Kota Administrasi Jakarta Selatan untuk usut pejabat terkait yang membiarkan bangunan bermasalah di wilayah Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

?Irbanko usut pejabat Seksi P2B Kecamatan Pasar Minggu dan Sudin P2B Jakarta Selatan,?tegas Herry.

Menurutnya, rumah dibangun diatas turap sungai atau saluran dibiarkan tanpa ada penindakan dan pembongkaran mengindikasikan adanya dugaan suap. Sehingga bangunan rumah tinggal bermasalah itu dibiarkan hingga menjelang finishing.

Bangunan bermasalah lain yang tidak sesuai perizinan di Jalan Kemang Selatan Raya RT.001/ 014, Kelurahan Cilandak Timur, Kecamatan Pasar Minggu. Bangunan nomor PIMB: 0018/P-IMB/S/2012 pemilik LN tersebut izinnya rumah tempat tinggal, namun yang dibangun tempat usaha dengan perkiraan ukuran luas lebih dari 1000 meter2.

Tambah Herry lagi, bangunan yang tidak sesuai perizinan tersebut sangat mencolok melanggar Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta nomor 7 tahun 2010 perubahan atas Perda nomor 7 tahun 1991 tentang Bangunan Gedung dan SK Gubernur DKI Jakarta nomor 1068 tahun 1997 tentang Bangunan di Wilayah Propinsi DKI Jakarta. Karena sangat mencolok melanggar peraturan, bangunan tersebut sempat dipasangai papan segel.

Namun anehnya, papan segel yang terpasang di depan bangunan tempat usaha itu hanya beberapa hari. Terkesan dipasangnya papan segel untuk sekedar menunjukkan pejabat Seksi P2B Kecamatan Pasar Minggu maupun Sudin P2B Jakarta Selatan tegas menegakkan peraturan. Padahal itu ditenggarai sebagai persengkongkolan untuk menutupi kesalahan.

. Mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) era reformasi ini menambahkan, bangunan izin rumah tinggal 2 lapis dibangun 3 lapis berikut besmen di Jalan Prapanca RT.002, Kelurahan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan hingga menjelang selesai dibangun tak kunjung ditertibkan. Padahal pemilik bangunan jelas-jelas telah melakukan pelanggaran.

Anehnya bangunan rumah tinggal yang menyimpang dari izin itu lokasinya sekitar 150 meter dari gedung kantor Suku Dinas Pengawasan dan Bangunan Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Publish on Maret 18th, 2013 under Jakarta Terkini by redaksi | No Comments »
Selamat Datang Bos , tolong dikomentari berita ini dengan sopan


2 × = dua belas

ad